Kelebihan Tim Pansel KPK, Mekel: Teliti, Ahlinya Perempuan


Manado, ME

Pasca ditetapkannya 9 anggota Tim Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), publik pun kini mulai berasumsi. Bagaimana tidak, seluruh tim Pansel diduduki perempuan. Fenomena baru ini tercipta tatkala KPK sedang dirudung masalah. Sementara para Srikandi ini dituntut untuk memilih calon Komisioner lembaga anti rasuah yang benar-benar berkualitas. Terlepas dari masalah jenis kelamin, mampuhkan mereka melahirkan pemimpin yang jujur, bersih dan berintegritas?

Menanggapi komposisi di Tim Pansel KPK yang sepenuhnya diisi oleh perempuan, Dr Peggy Adelin Mekel SE MA, angkat bicara. Menurutnya, tidak masalah jika Tim Pansel KPK semuanya perempuan. Sebab, peran perempuan sudah lebih dibutuhkan karena lebih unggul di hal ketelitian. Oleh karena itu, perempuan dengan segudang prestasi berskala nasional dan internasional ini mengungkapkan kegembiraan ketika mengetahui 9 Tim Pansel KPK adalah perempuan.

“Ini adalah terobosan baru di Indonesia. Perempuan sudah lebih dihargai dan diberi tempat yang lebih terhormat. Sehingga dipanggung seperti ini perempuan bisa membuktikan kemampuan mereka,” ucap Ketua Jurusan Manajemen dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi ini.

Dia menjelaskan, perempuan bisa membuktikan diri ketika diberi tempat. Ia memaparkan bagaimana perempuan mengambil keputusan. “Sifat teliti ahlinya perempuan dan juga bertanggungjawab. Maka itu jadi modal besar para perempuan,” ujar ketua Pemuda Sinode AM Suluttenggo itu.

Dipilihnya perempuan sebagai Tim Pansel KPK mengisyaratkan menurunnya kepercayaan terhadap kaum adam yang selama ini menjadi juri penentu di pemilihan orang-orang terbaik. Maklum, sejumlah pimpinan KPK belakangan terjerat masalah. Penyebabnya adalah mereka lolos dengan mudah tanpa diteliti lebih jauh. Meskipun sudah melalui tahapan yang berlaku.

“Jika melihat nama-nama yang terpilih, mereka adalah orang-orang yang bisa dipercaya. Selain itu, mereka berasal dari latar belakang praktisi dan birokrat handal dengan bidang ilmu masing-masing,” kata Mantan Anggota Dewan Gereja Dunia (DGD) perwakilan Pemuda Asia 2007-2013 itu.

Disinggung soal peluang kaum hawa menjadi pimpinan KPK. Mekel pun mengakui peluang itu terbuka lebar. Namum, kata Dia, pemilihan harus sesuai dengan mekanisme. “Walaupun Tim Panselnya perempuan bukan berarti perempuan yang langsung dipilih, semuanya harus mengikuti aturan yang berlaku,” tukas dara cantik dari Minut ini.

Saat ini Presiden sudah menetapkan Sembilan nama anggota Tim Pansel KPK, berikut nama-nama mereka;

1. Destry Damayanti - ahli ekonomi keuangan dan moneter
2. Eni Nurbaningsih - pakar hukum tata negara / Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional
3. Harkristuti Harkrisnowo - pakar hukum pidana dan HAM / Kepala Badan Pengembangan Manusia Kemenkumham
4. Betty Alisyahbana - pakar Teknologi Informasi (TI) dan manajemen
5. Yenti Garnasih - pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang
6. Supra Wimbarti - ahli psikologi SDM dan pendidikan
7. Natalia Subagyo - ahli tata negara pemerintahan
8. Diani Sadya Wati - ahli di Bapenas
9. Meutia Ganie Rochman - ahli sosiolog korupsi dan modal social.

(harjunata kalalo)



Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Tahuna, ME Program Me’Daseng rutin dilaksanakan setiap bulan oleh Bupati Kepulauan Sangihe ...

Life Style

Sponsors