PA 212: Ustaz Abdul Somad Bersedia Jadi Cawapres Prabowo, Asal...


Jakarta - Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bakmumin mengungkap soal Ustaz Abdul Somad (UAS) yang akan bersedia menjadi cawapres Prabowo Subianto. Asalkan, sudah ada deklarasi dukungan dari parpol koalisi.

"Dengan diamnya UAS ini, umat Islam dan partai-partai koalisi keumatan harus cerdas mengambil isyarat. Artinya, UAS insyaallah bersedia asalkan kalau sudah dideklarasikan partai-partai koalisi umat langsung menempatkan, dideklarasikan, UAS bersedia," ujar Novel di Sekretariat ACTA, Jalan Utan Kayu Nomor 70, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

ACTA mendeklarasikan dukungan untuk Ustaz Somad sebagai pendamping Prabowo. Somad merupakan salah satu kandidat cawapres Prabowo hasil Ijtimak Ulama. Satu kandidat lainnya adalah Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri.

Meski begitu, sejauh ini Somad telah menyatakan tidak bersedia maju di pilpres. Dia menyerahkannya kepada Salim Segaf. Menurut Novel, apa yang dilakukan Somad merupakan tipikal ulama santun.

"UAS ini sengaja kita dorong. Beginilah adab ulama semestinya. Ini bukan hasil Ijtimak Ulama saja, akan tetapi pimpinan tokoh-tokoh, alumni 212, kemarin di Palembang. Dan UAS memang tidak mengaku tidak siap menerima langsung juga tidak siap untuk tidak menerima. Dan memang beginilah akhlak ulama menerima tidak, menolak juga nggak," sebutnya. 

"Akan tetapi, UAS tidak akan pernah mau menawarkan diri mempersiapkan diri itu akhlaknya ulama yang memang tidak ada ada ambisi kekuasaan. Harapan kita di mana-mana umat Islam mendorong. Maka timbullah dorongan UAS untuk siap menjadi cawapres," tambah Novel.

Menurut Waketum ACTA ini, pimpinan PA 212, FPI, dan pihak GNPF Ulama sudah menemui Somad di Palembang terkait hal ini. Dalam kesempatan itu, kata Novel, Somad memang tidak menyatakan menolak ataupun menerima bujukan agar mau menjadi pendamping Prabowo.

"Sudah berkumpul Ketua PA 212 Slamet Maarif, kemudian juga dari GNPF Ulama, Kiai Sobri Lubis (Ketum FPI) sudah bertemu dengan UAS di Palembang. UAS ini kan memakai adab sebagai ulama, memakai akhlak sebagai ulama, tidak serta-merta menerima begitu juga dan tidak menolak begitu juga gitu loh," tuturnya.

Sosok Somad, menurut Novel, sangat ideal bagi koalisi keummatan, yakni Gerindra, PAN, PKS, dan PBB. Sebab, dengan menunjuk Somad, tak ada kecemburuan dari partai-partai koalisi ketika kadernya tak dipilih oleh Prabowo.

"Tinggal tergantung pada partai-partai koalisi ini kalau memang untuk kepentingan umat dan kepentingan bangsa dan negara ini masing-masing terima UAS. Karena UAS ini bukan dari partai, artinya tidak ada kecemburuan lagi terhadap partai-partai yang lain gitu cair saya bilang," kata Novel.

Dia sekali lagi memastikan Somad akan bersedia menjadi cawapres Prabowo manakala sudah dideklarasikan oleh partai koalisi. 

"UAS ini ketika sudah dideklarasikan itu sebuah amanat pasti insyaallah menerima, tapi kalau UAS sendiri itu mengajukan diri itu tidak mau. Pasti menerima, insyaallah. Karena itu, yang diminta oleh amanah pasti kalau sudah dideklarasikan UAS menerima," ujarnya.

Novel lalu merinci kelebihan-kelebihan Ustaz Somad. Selain mewakili kalangan muda, UAS disebut bisa diterima semua kalangan.

"UAS ini mewakili kalangan muda, di NU, di Muhammadiyah, Indonesia timur diterima. Jangan lupa sosok ulama ini panutan umat, tidak ada sekat. Karena kalau kita lihat profesi-profesi lain masih ada sekat. Nah ini UAS setiap hari berkali-kali di mana pun di Indonesia menyapa masyarakat di mana di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga ulama inilah yang paling tahu kondisi masyarakat Indonesia. UAS ini tidak ada sekat," beber Novel.

Bukan hanya Novel yang menyebut para ulama mendorong Ustaz Somad menjadi satu-satunya kandidat cawapres Prabowo. Ketua DPP Gerindra Habiburokhman mengatakan pertemuan para ulama dengan Prabowo semalam juga mengarahkan dukungannya kepada Somad.

"Kurang0lebih sama ya semalam, ada Ketum FPI. Kalau informasi yang kita dapat kurang-lebih sama yang disampaikan, yaitu arahnya adalah Ustaz Abdul Somad," ungkap Habiburokhman. (dtk)

 


Komentar


Sponsors

Sponsors