Jalani Ibadah Puasa, Jam Kerja ASN Muslim Dikurangi


Amurang, ME

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan mendapatkan penyesuaian jam kerja dari pemerintah.

Penyesuaian jam kerja ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang penetapan jam kerja ASN selama bulan puasa.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKDD) Kabupten Minahasa Selatan (Minsel) melalui Sekretaris BKDD, Martin Luter Taringan mengatakan penyesuaian jam kerja tersebut hanya berlaku bagi ASN yang beragama Islam.

"Jadi selama bulan puasa ini ada pengurangan jam kerja bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Jam kerja ASN dikurangi satu jam dari biasanya," kata Taringan kepada manadoexpress.co, Kamis (17/5).

Dia menjelaskan bagi instansi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja, hari Senin sampai Kamis pukul 08.00 - 15.30, waktu istirahat 12.00 - 12.30. Sementara hari Jumat pukul 08.00 -13.30 dan waktu istirahat pukul 11.30 - 12.30.

Bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja, hari Senin sampai Kamis dan Sabtu pukul 08.00 - 14.00, waktu istirahat pukul 12.00 - 12.30 sementara hari Jumat pukul 08.00 - 14.30, waktu istirahat pukul 11.30 - 12.30.

"Pengurangan jam kerja ini agar di bulan ramadhan ini para ASN yang beragama muslim dapat meningkatkan ibadahnya," terangnya.

Meski demikian dia meminta para ASN yang menjalankan ibadah puasa tetap bekerja maksimal dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

"Selain itu, ASN diwajibkan juga untuk mengikuti apel pagi sebagaimana ketentuan yang berlaku," tukasnya. (jerry sumarauw)


Komentar


Sponsors

Sponsors