Terkait Ikan Mati Di Muara Sungai Tongok, Sumangkut: Bukan Disebabkan Limbah PT Global Coconut


Amurang, ME

Pertengahan bulan Maret lalu, warga Desa Molinow, Kecamatan Tenga dikejutkan dengan penemuan banyak ikan mati di muara Sungai Tongok desa setempat.

Mereka menduga kematian ikan-ikan tersebut berhubungan dengan limbah industri PT Global Coconut di Desa Radey, yang dibuang di sungai tersebut.

Terkait dengan hal itu, DLH Minsel kemudian menghubungi laboratorium yang telah terakreditasi untuk melakukan uji sampel air terhadap sungai tersebut.

"Menerima laporan warga kita turun ke lokasi bersama petugas laboratorium dan mengambil 9 titik sampel untuk memastikan kematian ikan-ikan tersebut," kata Kepala DLH Minsel, Roi Sumangkut saat konferensi pers di Cafe Hello, Kelurahan Pondang, Amurang Timur, Jumat (20/4).

Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Manado dia mengungkapkan ikan-ikan yang mati tersebut bukan disebabkan oleh limbah PT Global Coconut.

"Dari hasil uji laboratorium pada tanggal 27 Maret 2018, dapat kami simpulkan bahwa penyebab kematian ikan bukan disebabkan oleh pembuangan limbah di PT Global Coconut," terangnya.

Dia menuturkan, dari 9 titik sampel yang diambil, tingkat kekeruan airnya sama yaitu masih dalam level kelas 1 dan 2 dari batas level kelas 4 yang ditetapkan.

"Secara keseluruhan hasil laboratorium ini berdasarkan PP 82 tahun 2001 tentang kualitas air, air sungai Tongok berada pada level air kelas 1 masih bisa diminum dan level kelas 2 bisa untuk peternakan. Sementara untuk level kelas 3 dan 4 untuk irigasi dan pertanian. Jika sudah lewat dari level kelas 4 sudah tidak boleh lagi untuk pertanian dan mahluk hidup," paparnya.

"Jadi dari hasil laboratorium ini hasilnya masih diatas baku mutu dan tidak bisa dipastikan penyebab matinya ikan bukan dari limbah industri," tandasnya. (jerry sumarauw)


Komentar


Sponsors

Sponsors