Sepanjang 2017, BNK Sangihe Ungkap 41 Kasus Narkotika


Tahuna

Sebagai daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara Filipina, peredaran narkoba di Kabupaten Sangihe patut diwaspadai.

Sepanjang tahun 2017, tercatat ada 41 kasus penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang berhasil diungkap Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sangihe.

Angka tersebut cukup mencengangkan karena data yang dirangkum BNK Sangihe sejak tahun 2011 sampai 2017 ada 160 kasus yang berhasil diungkap.

Itu berarti tahun 2017 angka penyalahgunaan narkoba dan penggunaan obat-obatan terlarang naik cukup tinggi.

"Data keseluruhan dari tahun 2011 sejak hadirnya Badan Narkotika Kabupaten Sangihe sampai tahun 2017 sebanyak 160 temuan kasus. Smentara untuk temuan pada tahun 2017 terdapat sebanyak 41 temuan. Terkait dengan hal tersebut kami sudah melaksanakan rehabilitasi terhadap pengguna," ungkap Kepala BNK Sangihe, Sofie Tamburian kepada manadoexpress.co, Jumat (9/2).

Terkait dengan penggunaan narkoba dia menuturkan umumnya dari kalangan anak muda. Adapun zat yang paling banyak dipakai adalah obat-obatan seperti tri x, dextro  dan zat adiktif ehabon.

"Dari 41 orang yang  direhabilitasi sudah ada 6 orang yang telah selesai direhabilitasi. sedangkan yang lainnya masih dalam proses, itupun usia pengguna 11 sampai 31 tahun,"

Dia menjelaskan dugaan masuknya barang haram tersebut melalui transportasi laut dan berasal dari negara tetangga Filipina.

"Namun kami tetap waspada sehingga kami terus melakukan pencegahan diantaranya akan melakukan sosialisasi hingga ke pulau-pulau kepada masyarakat maupun mahasiswa," jelasnya.(christian abdul)


Komentar


Sponsors

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors