Bupati Minta Jangan Kaitkan Simbol L dengan Politik


Tondano, ME

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kerap menggunakan simbol ‘L’ dengan jari. Bahkan, dalam beberapa foto yang beredar, para ASN sering menunjukan simbol ‘L’. Hal ini pun menjadi polemik. Dimana ASN dianggap melakukan praktik kampanye terhadap salah satu calon Bupati yang notabene adalah petahana. Simbol ‘L’ pun dituding bermakna ‘Lanjutkan’.

Hal ini direspon Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS). Petahana yang bakal bertarung di Pilkada 2018 ini menilai penggunaan simbol ‘L’ ini tidaklah sebuah praktik kampanye. “Komplain terhadap penggunaan simbol ‘L’ bukan hanya bermakna ‘Lanjutkan’ tetapi juga ‘Love’ atau saling mengasihi, atau ’Lanjutkan pelayanan’,” jelas JWS.

Sebagai ASN, dia melanjutkan, dirinya menyesalkan simbol ini dianggap untuk mendukung calon tertentu. Namun, untuk meminimalisir tanggapan negatif, dirinya pun mengimbau para ASN agar menghindari tindakan ini. “Bagi ASN harap hindari simbol ‘L’. Walaupun sebenarnya artinya ‘Love’ namun lebih baik dihindari,” imbau sosok populis ini.

Sementara, sejumlah ASN pun mengaku simbol ‘L’ bukan hanya bermakna ‘Lanjutkan’. “Lalu bagaimana dengan simbol jempol dari Pak Gubernur yang bermakna Sulut Hebat? Karena itu, kami minta dengan hormat kepada Panwas jika melarang kami gunakan ‘L’, di mana undang-undang Pilkada yang mengatur tentang simbol ‘L’ ini?” sesal Novri Sendoh, salah seorang ASN di lingkup Pemkab Minahasa.

Senada, Helena Rompas, salah satu guru di Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa mengatakan, makna ‘L’ juga bisa berarti ‘Literasi’ pendidikan. “Simbol L juga bermakna literasi kurikulum K-13,” singkat Rompas. (lucky kawengian)


Komentar

Populer Hari ini






Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors