Harga Cap Tikus Anjlok, Wongkar: Pemda Selalu Bersama Petani


Amurang, ME

Para petani cap tikus di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menjerit. Mereka seolah tidak percaya karena harga jual cap tikus dipasaran anjlok. Akibatnya mereka merasa dirugikan karena tidak bisa menjual hasil olahan dengan harga yang pantas.

 

Buntut dari anjlok harga cap tikus, puluhan petani cap tikus mengelar demo di Kantor DPRD Kabupaten Minsel, Senin (4/12). Mereka mendesak agar para anggota dewan bisa memperjuangkan aspirasi mereka.

 

Terkait dengan aksi demo tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Franky Donni Wongkar mengatakan Pemda Kabupaten Minsel telah membuktikan bahwa mereka selalu bersama dengan petani cap tikus.

 

"Terhadap kondisi sekarang,

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan akan selalu bersama petani cap tikus memperjuangkan hak-hak mereka," kata Wongkar kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/12).

 

Soal teknis perusahaan ditutup dia mengatakan itu persoalan lain. Menurut dia hal yang paling penting saat ini adalah, petani cap tikus harus dilindungi hak-hak ekonominya. Karena jika itu dibiarkan akan beresiko bagi mereka.

 

"Sebenarnya jika perusahaan mengikuti mekanisme yang ada mungkin tidak akan terjadi seperti ini," jelasnya.

 

Untuk itu dia meminta perusahaan yang sementara ditutup agar segera membenahi dan mengikuti aturan yang berlaku sehingga nanti ketika melakukan aktivitas mereka telah memenuhi persyaratan hukum dan petani cap tikus bisa menjual kembali hasilnya.

 

"Sekarang ini memang menjadi tanda tanya mau dikemanakan hasil cap tikus para petani. Nanti akan didiskusikan seperti apa akan kita fasilitasi ke mereka supaya mereka tetap terjamin hak-hak mereka," tutup Wongkar. (jerry sumarauw)


Komentar

Populer Hari ini






Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors