Dream Team, Pionir Absensi Digital Pertama Untuk Mahasiswa Universitas Sumatera Utara


Manado, ME

Absensi adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seorang mahasiswa sebagai penanda awal perjalanan menuju sebuah niat suci bernama “skripsi”. Klasik, namun bertahun-tahun tetap menjadi pembahasan yang cukup menarik. Bila absensi tak terpenuhi, maka tidak dapat mengikuti ujian. Imbas dari tidak mengikuti ujian adalah tidak mendapat nilai / mendapat nilai buruk. Konsekuensinya adalah mengulang mata kuliah tersebut dan menghambat proses mulus menuju “skripsi” bukan?.

Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream bagian dari finalis Festival Integritas Kampus 2017 Wilayah Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi meluncurkan absensi digital pertama untuk mahasiswa di Universitas Sumatera Utara untuk membasmi “Anti Mahasiswa SITEPU” (SIap TEken PUlang). Tim Dream, yang digawangi oleh Dinda Nazlia Nasution (Mahasiswa Berprestasi 1 USU 2017), Khairin Ulyani Tarigan (Mahasiswa Berprestasi 2 USU 2017), Goldha Maulla Hildayani (Mahasiswa Berprestasi FMIPA USU 2017), serta dua orang pendiri Toba Writers Forum, Muhammad Zubeir Sipahutar dan Fajar Anugrah Tumanggor ini menghadirkan inovasi dan terobosan di bidang absensi perkuliahan yang menjunjung tinggi nilai integritas.

Mahasiswa pada umumnya pernah sekali – dua kali melakukan “aksi solidaritas” yang dijuluki titip absen. Miris memang menjadi kurir absen. Namun sering dianggap tidak “setia kawan” jika enggan melaksanakan titip absen. Akibatnya adalah, rasa was-was takut ketahuan oleh sang dosen sepanjang perkuliahan dan merasa tidak enak dengan teman sendiri. Untuk itulah, Tim Dream hadir memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Tentu sebuah tantangan yang sulit untuk memberantasnya. Sebuah absensi digital pertama yang terintegrasi langsung dengan direktori mahasiswa USU (www.usu.ac.id) diluncurkan di Universitas Sumatera Utara untuk mengentaskan angka kecurangan titip absen sekaligus meringkankan tugas sang dosen dalam mengabsen secara manual. Cara penggunaannya adalah dengan scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan face scan pada webcam  yang telah terpasang di komputer kelas. Alat ini sudah terpasang di Program Studi Ilmu Politik (FISIP) dan Program Studi Kimia (FMIPA) sebagai wujud implementasi nyata. Adapun perujukan menggunakan alat ini karena Tim Dream yang beranggotakan dari tiga gabungan fakultas yang berkolaborasi, yaitu FISIP, FMIPA, dan FH menjadi simbol keberagaman dalam kedamaian di Universitas Sumatera Utara. Alat ini meminimalisasi tingkat kecurangan menitip absen dan keterlambatan. Bila absen manual pada umumnya menggunakan kertas, alat ini sekaligus mendukung green environment yang sedang digalakkan oleh Pemerintah, yaitu paperless. Sistem Pembayaran di Indonesia saat ini sedang digencarkan penggunaan uang elektronik (e-money) untuk menurunkan kuantitas penebangan pepohonan yang dijadikan kertas.Alasan penggunaan KTM adalah untuk memaksimalisasi fungsi KTM itu sendiri agar semakin rutin di pakai. Di USU sendiri, KTM pada umumnya dipakai hanya pada saat meminjam buku di perpustakaan besar (bukan perpustakaan fakultas) dan saat kelulusan. Temuan lainnya adalah banyaknya mahasiswa yang kehilangan KTM dengan berbagai alibi. Salah satunya adalah jarang digunakan. Atas kesadaran itulah terciptanya alat ini.

Inisiatif Tim Dream ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Dekan FISIP USU Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan I FISIP USU Husni Thamrin, S.Sos., M.SP., serta Wakil Dekan II FISIP USU Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., M.SP.

Mengelola diri generasi millenial sekarang, sama halnya seperti anggota Tim Dream, menyadari perubahan terjadi karena teknologi digital. Mengulik kecanggihan gawai saat ini, ada dua hal yang perlu kita lakukan dalam menghadapi teknologi. Kita tidak mampu mencegahnya, namun kita bisa mengantispasinya. Dengan terlibat dalam perubahan akan mendorong mahasiswa untuk terus berpikir dan bersikap inovatif, seperti halnya absensi digital ini. Era digital menuntut millenial untuk independen, atau mandiri dalam berperilaku.

Karena orang yang memiliki integritas merupakan orang yang teguh pada prinsip-prinsip idealismenya. Singkatnya, integritas itu bisa juga dikatakan sebagai penguat nilai-nilai moral. Seperti yang diungkapkan oleh C.S. Lewis bahwa “Integrity is doing the right thing, even when no one is watching”. Al’adabu fauqol ilmi, (adab itu diatas ilmu) begitulah Islam memandangnya. Setinggi apapun ilmu yang didapatkan tidak akan ada artinya jika tidak dibarengi dengan moral yang baik. Dalam hal ini pendidikan karakter dan moral lebih diutamakan daripada ilmu tinggi tanpa moral. Kondisi dimana harga diri atau reputasi seorang mahasiswa bisa dengan mudahnya rusak karena meremehkan integritas kejujuran absensi yang dianggap “receh” (sepele). Sekalipun seorang itu cerdas, jika ia menyepelekan kewajibannya untuk jujur dalam absensi tetap akan dilabeli sebagai orang yang tak kredibel dan tidak beretika. “Saya merasa terbantu dengan kehadiran absensi digital ini. Karena saya pribadi jika mahasiswa tersebut sudah telat hadir maka langsung tidak saya perbolehkan masuk ke dalam kelas. Padahal sudah ada kontrak perkuliahan di awal pertemuan, tapi sepertinya mahasiswa ini tidak peduli. Bayangkan jika belasan mahasiswa melakukan hal yang sama, tentu akan mengganggu jalannya perkuliahan” ujar Nurman Achmad, S.Sos., M.Soc.Sc., selaku dosen pengampu dari Antropologi FISIP USU.

Dengan slogan dan kampanye sosial #IntegritasAdalahIdentitas, serta #KamiProdusenPerubahan, dan #BuatJejakMasaDepanmumengkomunikasikan suatu dampak signifikan bagi mahasiswa dan dosen. Tim Dream berharap seluruh civitas akademika yang ada di Indonesia agar menyadari kita bisa lebih dari sekedar agent of change, yaitu produsen perubahan, dan kampanye sosial ini meluas dan alat ini dapat meningkatkan presensi/kehadiran mahasiswa di kelas. Alat ini bersinergi dengan semangat keaktualisasi mahasiswa tentang integritas, karena kami percaya sebuah ungkapan yang mengatakan, jika menanam padi adalah hal yang biasa rumput pun biasanya ikut tumbuh dengan sendirinya tanpa harus ditanam. Namun jika kita menanam rumput, padi tidak akan pernah tumbuh. Dalam artian adalah berucap integritas saja tidak cukup, namun juga diselaraskan dengan pola sikap. Itulah integritas yang sebenarnya kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

Menjadi pelopor absensi digital perdana untuk mahasiswa di Universitas Sumatera Utara, saat ini Tim Dream telah berproses untuk mendaftarkan hak paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dibawah bendera Universitas Sumatera Utara.(*)


Komentar

Populer Hari ini






Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors