Pendaftaran Hanya Formalitas, PDIP Pasti Usung JWS


Tondano, ME

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulut membuka pendaftaran calon kepala daerah Minahasa. Hal ini oleh beberapa pihak dispekulasikan bahwa PDIP ragu untuk mengusung Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Minahasa, Jantje W Sajow (JWS).

Lefrand Sondakh, pengamat politik Sulut menilai spekulasi tersebut mungkin tidak tepat. Menurutnya pembukaan pendaftaran calon kepala daerah Minahasa oleh PDIP adalah bentuk mekanisme partai dalam penjaringan calon. PDIP memberlakukan mekanisme penjaringan yang sama untuk semua daerah pelaksana Pilkada di Sulut.

"Khusus untuk Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tenggara sangat terlihat sosok JWS dan James Sumendap sangat menonjol. Saya melihat pembukaan pendaftaran calon kepala daerah ini hanya lebih fokus untuk menjaring bakal calon Wakil Bupati," ujarnya.

Lefrand menilai, khusus untuk Minahasa, PDIP hampir pasti akan mengusung JWS sebagai calon bupati. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan tersebut.

Pria yang beprofesi sebagai akademisi ini menilai faktor pertama adalah JWS seorang petahana (incumbent) yang telah bekerja selama periode kepemimpinannya. Secara teori politik, seorang petahana umumnya memiliki keunggulan dibanding figur lain. Hal ini disebabkan petahana lebih intensif melakukan komunikasi dan bertemu dengan masyarakat. Sosok petahana lebih mudah diterima masyarakat dibanding sosok baru yang belum melakukan apa-apa.

"Petahana juga diuntungkan karena bisa mendapat tambahaan dukungan dari jajaran pegawai. Hal ini memang bersifat abstrak dan sering disangkal oleh calon petahana, namun kenyataannya pergerakan jajaran pejabat dan pegawai pemerintah sering terlihat dalam pelaksanaan Pilkada," ujarnya.

Faktor kedua menurut Sondakh adalah JWS sebagai ketua DPC PDIP yang adalah kader internal partai. Menurutnya simpatisan PDIP memiliki karakter loyalis pada sesama kader internal. Jika mengusung figur diluar partai bisa menimbulkan resistensi dan perpecahan dalam PDIP.

"JWS adalah Ketua DPC PDIP Minahasa yang telah bekerja membangun partai ini. Sangat tidak logis jika PDIP mengusung calon lain dari luar partai," tuturnya.

Alasan ketiga dikatakan Sondakh adalah tidak ada figur lain yang melakukan sosialisasi seintensif JWS. Berkaitan dengan jabatan sebagai Bupati Minahasa saat ini, JWS lebih intensif bertemu dan menyapa langsung masyarakat. Sosialisasi menjadi faktor penting dalam menarik simpati pemilih. 

Hal selanjutnya yang dinilai paling penting adalah JWS memiliki tingkat popularitas, liketabilitas, dan elektabilitas tertinggi dibanding figur lainnya di Minahasa.

"Beberapa hasil survei di Minahasa yang bisa saya akses menunjukkan tingkat popularitas, liketabilitas (kesukaan), dan elektabilitas JWS lebih tinggi dibanding figur lain. Artinya dari semua analisa tersebut tidak alasan PDIP memilih figur lain selain JWS," ujarnya.

Namun Sondakh menilai pertarungan PDIP untuk menang dalam Pilkada Minahasa 2018 tidak akan mudah. Menurutnya walau JWS memiliki tingkat elektabilitas tinggi, dia harus berhati-hati dalam menentukan figur calon wakil bupati. Menurutnya pasangan yang salah bisa membuat JWS bertarung sendirian tanpa ada kontribusi berarti dari calon wakil bupati-nya.

"Pasangan Ivan Sarundajang - Careig N Runtu yang diusung Partai Golkar bukan lawan yang mudah. Walau gaungnya mulai menghilang, namun tidak boleh disangkal bahwa Minahasa adalah basis Partai Golkar dan masih banyak memiliki pemilih tradisional," katanya. (lucky kawengian)


Komentar

Populer Hari ini






Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors