Kandow: Masih Banyak Kelemahan Pengelolaan Dandes


Tondano, ME

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw menilai masih banyak kelemahan dalam pengelolaan Dana Desa (Dandes). Menurutnya tujuan program Dandes tidak akan maksimal selama kelemahan tersebut belum bisa dibenahi.

Hal tersebut disampaikan saat membawakan pidato dalam Rapat Koordinasi dan Evaliasi Dandes di gedung Balai Pertemuan Umum Tondano, Kamis (9/11/2017). 

Kandouw mengatakan saat ini Dandes yang disalurkan pada semua desa se-Sulut mencapai sekira Rp1 triliun. Sedangkan total Dandes di Kabupaten Minahasa mencapai sekira Rp200 miliar. Dana sebanyak ini belum maksimal dimanfaatkan karena masih banyak kelemahan dalam pelaksanaan.

"Kelemahan pertama yang saya identifikasi adalah perencanaan yang tidak tepat. Perencanaan ini berkaitan dengan program pembangunan yang tidak mendesak dibutuhkan warga desa setempat. Kelemahan kedua adalah sumber daya manusia yang belum mumpuni dalam pengelolaan dana desa. Hal ini berkaitan dengan tingkat pendidikan yang belum merata pada semua desa," ujarnya.

Kandouw menambahkan kelemahan lain yang ditemui adalah program pekerjaan yang hanya dirasakan pada tahun anggaran berjalan. Idealnya program Dandes harus dirasakan warga setempat sampai tahun-tahun selanjutnya. Dia mencontohkan ada pekerjaan pembangunan jaringan air bersih namun ternyata tidak ada sumber air yang bisa dimanfaatkan.

"Kelemahan terakhir adalah proses laporan pertanggungjawaban. Kenyataannya saat ini laporan pertanggungjawaban sering salah atau tidak lengkap. Disini perlu pendamping desa yang berkualitas untuk mengarahkan hukumtua untuk menyusun laporan pertanggungjawaban yang benar," ujarnya.

Kandouw selanjutnya menjelaskan, dibalik berbagai kelemahan yang masih terjadi, pembangunan di desa telah berjalan cukup baik. 

"Pemerintah pusat menjalankan program Dandes untuk melaksanakan pembangunan dari desa. Jika semua pihak mengetahui fungsi dan menjalankan program sesuai aturan maka tujuan tersebut pasti akan tercapai," ujarnya.

Pada bagian akhir pidato tersebut, Kandouw meminta hukumtua untuk menggunakan dandes secara bertanggungjawab dan transparan. Jika melaksanakan program pembangunan sesuai aturan pasti tidak akan bermasalah secara hukum.

"Uang Dandes tidak turun dari langit dan bisa digunakan seenaknya oleh hukumtua. Dandes ini harus digunakan sesuai aturan yang tujuan utamanya untuk mensejahterakan masyarakat," tuturnya. (lucky kawengian)



Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Tahuna, ME Program Me’Daseng rutin dilaksanakan setiap bulan oleh Bupati Kepulauan Sangihe ...

Life Style

Sponsors