Sikapi Kondisi Keluarga Pungus-Tampilang, TPPKH Tomohon Turun Lapangan

Tomohon, ME

Menyikapi pemberitaan tentang kondisi Keluarga Yohanis Pungus-Tampilang yang dikabarkan dalam keadaan miskin, Tim Pelaksana Program Keluarga Harapan (TPPKH) Kota Tomohon turun lokasi. Tim melakukan survei lapangan dan melakukan verifikasi langsung keberadaan keluarga tersebut, Sabtu (23/9).

Kabag Humas Protokol Setda Kota Tomohon, Christo P Kalumata SSTP menuturkan, sejumlah informasi yang diperolehnya, keluarga ini telah diikutsertakan dalam program bantuan dari pemerintah. Di antarannya, masuk dalam daftar penerima Rastra di Kelurahan Kaskasen Satu. Keluarga ini masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) kohor 2016, Tahun ini sudah menerima bantuan non tunai sampai tahap 3 (Buku Tabungan BRI dan ATM Kombo), dengan saldo di rekening sebesar Rp 1.000.000,00 yang tersisa sampai saat ini. Keluarga ini memiliki KIS semuanya.

Keluarga ini memiliki 4 orang anak. Satu anak dititipkan di panti asuhan, 1 lagi berada di luar daerah (Talaut), 2 lainnya tinggal bersama dan memiliki KIP. Akses air bersih tersedia. Keluarga ini sudah mendapat perhatian dari banyak kalangan, baik dari Pemerintah  Kota Tomohon, Dinas Sosial Tomohon, Gereja dan masyarakat Kota Tomohon. Namun, dengan keterbatasan akibat kondisi fisik yang tidak memungkinkan kepala keluarga beraktivitas, mengakibatkan produktivitas kerja menurun dan menyebabkan permasalahan sosial terjadi. Saat dikunjungi, semuanya dalam keadaan sehat.

Kondisi lain yang tim dapati, yakni ruangan tempat tidur dan keadaan dapur yang perlu dibenahi. Sesuai kriteria pengajuan Rutilahu, keluarga ini layak untuk dibantu. Namun kendala lain pada persyaratan, harus tanah milik sendiri. Sementara, saat ini, keluarga tersebut hanya menumpang di lahan warga. (Keluarga paham kriteria persyaratan Rutilahu). Tim sepakat, akan segera merapatkan hal ini dengan instansi terkait untuk mencari solusi, dengan cara merelokasikan tempat layak huni.

"Harapan kami, permasalah keluarga ini menjadi fokus kita bersama. Bukan dijadikan objek untuk saling berpendapat yang berujung pada saling menyalahkan satu sama yang lain," ungkap Kalumata. (hendra mokorowu)


Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Boltim

Sponsors