Faktor Jalan Penyebab Tingginya Lakalantas Di Trans Sulawesi Minsel


Amurang, ME
Kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di jalur Trans Sulawesi, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) lebih disebabkan oleh kondisi jalan yang tidak baik.
 
Data Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Minsel, selang Januari hingga Agustus 2017, tercatat ada 53 kasus Lakalantas yang terjadi dan menyebabkan 24 orang meninggal dunia.
 
Kepala Satlantas Polres Minsel, AKP Ferdinand Runtu, kepada manadoexpress.co, Senin (4/9) mengungkapkan hal itu. Dia menjelaskan jalur disepanjang jalan Trans Sulawesi Minsel, terdapat 12 titik rawan vatalitas lakalantas.
 
"Kurang lebih ada 75 kilometer jalan trans akses kabupaten dan terdapat 12 titik rawan vatalitas lakalantas. Paling rawan terjadi kecelakaan mulai dari Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat sampai Desa Poigar Kecamatan Sinonsayang," ungkap Runtu.
 
Dia mengatakan dibandingkan dengan tahun 2016 angka Lakalantas memang menurun tetapi vatalitas korban meninggal dunia naik. Dan itu lebih banyak disebabkan oleh faktor jalan.
 
"Tidak dipungkiri jumlah kendaraan setiap tahun bertambah. Meski jumlah kendaraan terus bertambah tetapi sarana dan prasarana tidak dibangun tidak dipelihara dan tidak dirawat," terang Runtu.
 
Untuk menekan terjadinya lakalantas dia mengatakan perlu ada perhatian dari pemerintah daerah lewat Balai Jalan Provinsi agar segera melakukan perbaikan jalan yang rusak. Begitu juga dengan Dinas Perhubungan Provinsi dapat menambah rambu lalulintas di daerah rawan kecelakaan.
 
"Balai Jalan dan Dinas Perhubungan Provinsi harus melihat apa yang menjadi skala prioritas karena ini menyangkut keselamatan para pengendara kendaraan," jelasnya.
 
"Walaupun sudah hati-hati tapi kondisi jalan rusak, minim rambu lalulintas dan tidak ada lampu jalan itu tentu dapat memicu lakalantas," sambung Runtu.
 
Oleh karena itu dia mengharapkan didaerah rawan kecelakaan harus ada sarana prasarana penunjang, seperti besi pengamanan jalan dan pita pengadu. Sarana ini menurut dia berfungsi mencegah terjadinya vatalitas lakalantas.
 
"Minimal ini akan mengingatkan para pengendara bahwa mereka memasuki daerah rawan kecelakaan. Ini adalah bagian-bagian sarana dan prasarana jalan dalam rangka menunjang keselamatan orang di jalan," tukasnya. (jerry sumarauw)


Komentar

Populer Hari ini




Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors