Lomba Kor Antar Denominasi Agama Pertangguh Kerukunan di Tomohon

Agenda TIFF 2017, Lomba Paduas Suara Antar Denominasi Agama se-Kota Tomohon


Lomba kor atau paduan suara kebersamaan Pelsus GMIM dan antar denominasi agama kian mempertangguh kerukunan di Kota Tomohon. Kegiatan ini merupakan iven tambahan dalam rangkaian TIFF (Tomohon Internasional Flower Festival) 2017 resmi dibuka oleh Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak (JFE).

Kegiatan digelar di pusat pameran TIFF, kompleks halaman Rindam XIII Merdeka Kakaskasen Tiga, Tomohon Utara, Jumat (11/8). Diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt Yulin Karwur STh selaku ketua BPMW Tomohon Satu. Dalam khotbahnya, Karwur mengajak warga dan jemaat untuk bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tomohon, bersinergi dalam membangun kota demi kemuliaan Tuhan. Selama pelaksanaan lomba, tampak antusias masyarakat sebagai pengunjung dalam pameran. Turut menyaksikan kegiatan ini para turis luar negeri.

Ketangguhan Kota Tomohon kian jelas ketika lomba paduan suara kali ini diawali dengan persembahan kesenian umat Islam. Di antaranya Qasidah Kaum Ibu dan tarian kreasi remaja putri Masjid Al-Mujahidin Matani Tomohon. Juga persembahan dan dari kelompok pemuda Masjid Nurul Iman Kampung Jawa Tomohon. Kolaborasi yang ditampilkan ini, menandakan wujud kerukunan antar umat beragama di Kota Tomohon sangat kuat. Luar biasa, Wali Kota Jimmy F Eman SE Ak tampil sebagai dirigen memimpin jajaran Pemkot bersama para tokoh agama mempersembahkan pujian.

Ketua Panitia, Ir Miky Wenur mengatakan, lomba paduan suara kebersamaan Pelsus GMIM dan paduan suara antar denominasi agama se Kota Tomohon yang dikolabirasikan dengan penampilan jenis kesenian muslim merupakan suasana yang tidak mudah didapatkan. "Marilah kita sebagai masyarakat Tomohon untuk senantiasa terus menjaga kerukunan antar umat beragama. Mayoritas menjaga dan menghargai yang minoritas, begitu juga sebaliknya," ajak Wenur yang juga Ketua DPRD Tomohon.

Diingatkannya, sebagai masyarakat hendaknya saling menghormati. Katanya, kita harus saling menjaga agar tidak ada ketersinggungan. Keberagaman yang ada haruslah dipelihara dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masing-masing.

Wali Kota JFE saat membuka kegiatan mengatakan, kerukunaN di Kota Tomohon yang tercipta sampai saat ini sangat mahal. Bahkan tidak ternilai harganya dan telah terbukti, yakni dengan adanya pengakuan dari berbagai pihak. Tomohon memberi contoh dapat hidup rukun dalam keragaman agama, sehingga memperoleh penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama RI.

"Suasana yang tercipta saat ini, bukan hanya sekedar berlomba. Akan tetapi memiliki makna, lebih menumbuhkan nilai kerukunan yang sangat tinggi dalam keberagaman agama dan golongan. Hendaklah kita menjaga dan menjunjung tinggi perbedaan yang ada. Saya berharap kegiatan kerukunan ini bukan hanya rutinitas saja, di sisi lain dapat dicontohi daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia," ungkap Eman.

Ia berharap, kiranya kegiatan ini akan terus berdampak baik dalam kehidupan bermasyarakat. Eman mengapresiasi seluruh komponen masyarakat yang berperan aktif mengikuti serta menyukseskan kegiatan ini. Diketahui, lomba ini berlangsung selama dua hari dan diikuti sekitar 30 tumpukan paduan suara. Tampak hadir saat pembukaan, Sekretaris Kota Ir Harold Lolowang MSc, para perangkat daerah, serta tokoh agama dan masyarakat. (hendra mokorowu)


Komentar

Populer Hari ini






Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors