Lesung Raksasa di Bukaka Tak Bisa Diangkat Eskavator

Kotabunan, ME

Lesung batu ini memiliki tinggi mencapai 60 cm dan lebarnya 70 cm. Berada di rumah Habi Imban (70), warga Desa Bukaka Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Ini adalah lasung batu istimewa yang berukuran raksasa.

Pemerintah Bukaka telah membagun pondok dari kayu, beratap seng melindunginya dari hujan dan panas. Jika anda berniat dan penasaran dengan lesung batu raksasa ini, bisa datang mengunakan sepeda motor atau mobil. Jarak dari Tutuyan (ibu kota Kabupaten Boltim) ke Desa Bukaka sekitar 45 menit.

Akses menuju ke Desa Bukaka melewati jalan berliku di pegunungan. Perlu kendaraan yang kuat untuk melewati jalan yang menanjak. Namun sesampainya di desa tersebut, pengunjung bisa merasakan udara sejuk khas pegunungan.

Habi Imban merupakan orang pertama kali yang menemukan lesung batu raksasa ini.

"Saya menemukan lesung batu ini pada 2015, sewaktu itu ada pekerjaan membangun BBI (balai benih ikan)," ujar Habi Imban kepada manadoexpress.co.

Jarak rumah dan gedung BBI yang akan dibangun dekat. Saat itu seorang operator eksavator berteriak meminta Habi melihat sesuatu yang ditemukannya dalam tanah. Sudah hampir satu jam batu (lesung batu) ini tidak bisa terangkat dari tanah

"Sayapun mendekat lalu melihat lesung batu raksasa ini. Ternyata itu adalah lesung terbuat dari batu. Kemudian Saya hanya berdoa meminta kepada Indeh Dou untuk diberi izin mengangkat batu ini," kata pria paru baya ini.

Selesai berdoa lesung itu terangkat. Operator eksavator langsung memindakannya di samping rumah hingga saat ini. 

Pernah pemerintah Desa Bukaka pernah berencana memindahkan lesung batu ini ke kantor desa. Namun rencana tersebut tidak dilakukan karena ada pesan larangan melalui mimpi.

"Malam sebelum rencana memindahkan lesung batu ini ke kantor desa, istri saya mendapat mimpi. Dalam mimpi itu ada pesan jika lesung batu ini dipindakan maka akan dapat musibah," ungkapnya.

Mimpi itu diceritakan kepada Sangadi (Kepala Desa) dan sejak itu niat untuk pindah ke kantor desa sudah tidak ada. Menurut Habi setiap malam Jumat selalu terdegar suara seperti orang menumbuk sesuatu di lesung batu, kejadian itu hingga sekarang.

"Karena sudah biasa dengan bunyi itu, jadi tidak kaget. Adapula mimpi lain tentang lesung yaitu pesan agar lesung ini tidak bisa pindah tangan. 

Lesung batu itu sampai sekarang hanya dipakai keluarga Habi untuk menumbuk padi, tepung serta kopi atau lainya. Untuk menubuknya mengunakan kayu dengan panjang 1,5 meter.

Ia menambahkan kembar dari lesung batu ini masih berada di Kebun Iloba, Desa Bukaka. Jaraknya agak jauh karena berada didalam hutan. Posisinya saat ini miring. Sudah banyak warga yang berusaha membuatnya lurus, tetapi besok kembali miring lagi.

Sangadi Bukaka, Arfan Ibrahim mengatakan lesung batu ini pernah didatangi arkelog dari Gorontalo dan Manado.

"Mereka mengatakan bahwa memang benar ini asli terbuat dari batu dan dibentuk oleh orang indeh atau dotu," ujar Sangadi Arfan.

Kata dia, arkeolog tersebut hanya mengambil sampel batu ini dan dicocokan dengan gunung batu dekat desa tersebut, dan hasilnya sama persis. Jadi batu ini memang berasal dari Boltim. (matt rey kartoredjo)


Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Tomohon

Boltim

Sponsors