Premium Ditahan, Puluhan Sopir Angkot Mengamuk Di SPBU Amurang

Amurang, ME

Setelah sempat diberi garis polisi gara-gara menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite kepada penampung, kini Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang, kembali berulah.

 

SPBU ini disinyalir sengaja menahan BBM jenis Premium dengan tidak menjual kepada para sopir. Padahal stok masih ada sebanyak 8 ribu liter. Kuat dugaan Itu akan dijual kepada para penampung yang menggunakan galon untuk mendapatkan keuntungan lebih.

 

Akibat premium ditahan, puluhan sopir angkutan kota (Angkot) mengamuk dan sempat menutup SPBU tersebut. Mereka kecewa lantaran tidak dilayani para karyawan yang bertugas saat itu.

 

"Kami para sopir sangat membutuhkan premium karena harganya lebih murah. Tapi ini SPBU malah sengaja tahan tidak mau jual pada pembeli umum," ketus Ketua sopir ankot basis Amurang-Tumpaan, Rudi Tambuwun kepada wartawan, Selasa (16/5).

 

"Mungkin dorang mo ‘kambuh’ ulang ba jual pa pembeli gunakan galon. Padahal polisi so pernah tutup lantaran ja jual-jual deng cars bagitu kong selalu alasan so abis," tegasnya.

 

Senada dikatakan salah satu sopir angkot, Dolf Pangau. Dia meminta agar pihak Pertamina segera meninjau kembali SPBU Amurang. Karena seringkali menjual BBM tidak sesuai aturan dan sudah sangat merugikan masyarakat. Untuk itu sebaiknya jatah BBM di SPBU Amurang diserahkan ke tempat lain.

 

"Sebaiknya memang ditutup saja atau paling tidak untuk sementara. Pindahkan saja jatah BBM ke SPBU lain. Sebab kalau nyanda ada tindakan maka pihak Pertamina membiarkan pelanggaran yang mereka buat sendiri. Itu juga berarti percuma saja masih ada premium yang ternyata hanya untuk memperkaya pemilik SPBU," ungkap Dolf yang juga merupakan Sekertaris sopir angkot basis Amurang-Tumpaan.

 

Pihak pengelola SPBU melalui salah satu stafnya, Herni Tangkilisan saat dikonfirmasi mengakui stok premium masih ada sebanyak 8 ribu liter. Soal penahan penjualan premium dikarenakan stok pertalite masih ada. Nanti bila Pertalite telah habis baru kemudian penjualan premium dibuka untuk umum.

 

"Saya memang diperintahkan oleh pimpinan untuk tidak menjual dulu premium lantaran pertalite masih ada. Ini juga kebijakan perusahaan sendiri agar pertalite cepat terjual. Jadi bukannya sengaja menahan supaya dapat dijual pada pihak ketiga atau pembeli menggunakan galon. Intinya kali mau habiskan dulu pertalite dan pertamax,"jelas Tangkilisan saat ditemui dikantornya.

 

Lantaran desakan dari para supir yang sempat mengamuk dan juga pihak Polres Minsel akhirnya pengelola SPBU membuka penjualan premium. (jerry sumarauw)


Komentar

Populer Hari ini




Terbaru di Manado EXpression

Boltim

Sponsors