Mantiri : SKKNI Langkah Konkrit Siapkan SDM Hadapi MEA


Bitung, ME

BITUNG, ME – Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2015 lalu, berimplikasi pada terbukanya persaingan tenaga kerja asing yang punya kompetensi Internasional.

Karena itu maka Indonesia sebagai salah satu Negara Anggota ASEAN perlu mengoptimalkan tenaga kerja kompetensi bagi Angkatan Kerja Muda sebelum memasuki dunia kerja.

Langkah ini sebagai salah satu bentuk antisipasi persaingan tenaga kerja menghadapi MEA, sehingga tenaga kerja Indonesia harus sudah berbasis kompetensi, sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) termasuk tenaga kerja yang ada di Kota Bitung.

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Bitung, Ir Maurits Mantiri, saat membuka Fasilitas Bimtek dan Sertifikasi Standar Kompetensi Berbasis Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi, angkatan kerja muda Tahun 2017, di Hotel Summer Kota Bitung, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Senin (10/4).

Saat membuka kegiatan SKKNI ini, Mantiri didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bitung, Rudy Wongkar.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar, Ir. H. Ruslan Harun,MM, Direktur LSP-TIK Surabaya, Ir. Edwin,MSc, Ketua Panitia, Ahmat Radil,SE,MAP, Pdt. Joice Sampouw,S.Th.

Menurutnya, Pemkot Bitung pun merespon tuntutan MEA dan berkomitmen membentuk Skill Labour yaitu membantu angkatan kerja muda untuk memiliki keahlian dan pemikiran yang bersifat global.

Diantaranya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa asing, memahami nilai kearifan lokal untuk memfilter budaya-budaya negara lain yang pasti masuk dan mempengaruhi budaya lokal.

Selain itu, terangnya, langkah ini bertujuan menggalakkan adanya pelatihan dan kompetensi kerja yang akan sangat membantu tenaga kerja Indonesia khususnya yang ada di Kota Bitung, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dirinya, sehingga dapat bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain yang sudah terampil dan terlatih.

Diharapkannya, kedepan kegiatan yang sama bisa digelar secara teratur dan koordinatif antara Kementerian Komunikasi dan Informasi, khususnya Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Kominfo Makassar bersama Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja di Kota Bitung.

”Pasar kerja Nasional dan Internasional saat ini sedang menuntut tersedianya tenaga-tenaga kerja yang kompeten disetiap bidang, demikian halnya industri dan organisasi mengisyaratkan agar tenaga kerjanya memiliki sertifikasi kompetensi yang kredibel. Sehubungan dengan kegiatan kita hari ini adalah membentuk tenaga kerja yang punya kompetensi di bidangnya untuk mengantisipasi persaingan dunia kerja di Era Masyarakat Ekonomi Asean seperti pada 3 poin yang sudah saya sampaikan tadi. Karena itu atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bitung, saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui Balai Besar Pengkajian dan pengembangan Komunikasi dan Informatika Makasar sebagai pelaksana kegiatan ini dan telah berkoordinasi secara baik dengan Dinas Kominfo Kota Bitung memiliki tugas pokok dan fungsi antara lain pengembangan Sumber Daya Manusia,” pungkasnya. (keket)


Komentar


Sponsors

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors