DP3A Boltim Dampingi Dua Korban Cabul di Kotabunan


Tutuyan, ME

kKondisi psikologis dua korban cabul yang berumur 13 dan 14 tahun warga salah satu desa di Kecamatan Kotabunan, terus dipantau instansi terkait. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) telah mengunjungi sekolah dan orangtua korban. 

Kadis DP3A Boltim, Norma Linggama mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tenaga psikolog untuk melakukan pemulihan terhadap korban.

"Kita pantau dulu kondisi kejiwaan korban. Pihak sekolah dan orangtuanya kita berikan pemahaman agar tidak melakukan tekanan yang membuat korban tersinggung," kata Linggama saat di temui diruang kerjanya baru baru ini.

Selain itu kata linggama, pihaknya melakukan pendampingan hukum terhadap dua korban tersebut. 

"Kita sudah konsultasikan kepada pihak penegak hukum dan sekarang pelaku sedang ditangani Polres Bolmong," jelasnya. 

Dia menegaskan DP3A akan terus mengawal kasus tersebut. Kedua korban adalah anak dibawah umur. Perbuatan pelaku jelas melanggar undang Undang-undang Perlindungan Anak. Kami akan terus mengawal kasus ini," pungkasnya.

Kasus cabul pada dua remaja ini terjadi Jumat (17/3/2017) oleh tersangka, M alias Max, warga Desa Kotabunan Barat. Saat itu pelaku mengajak kedua korban naik mobil dan dibawa ke komplek perkebunan Desa Kotabunan Barat. Ditempat tersebut pelaku meremas payudara kedua korban. Usai melakukan aksinya Max memberikan uang Rp50.000 pada kedua korban. Kejadian ini dilaporkan korban pada orangtua masing-masing dan diteruskan ke polisi.(matt rey kartoredjo)f



Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Tahuna, ME Program Me’Daseng rutin dilaksanakan setiap bulan oleh Bupati Kepulauan Sangihe ...

Life Style

Sponsors