Rektor Unima Siap Lapor Penyebar Fitnah Ijazah Palsu


Tondano, ME

Rektor Universitas Negeri Manado (Unima), Julyeta Paulina Amelia Runtuwene bersiap melaporkan beberapa oknum yang disebut menyebarkan fitnah terkait tudingan penggunaan ijazah palsu yang dialamatkan padanya. Tim kuasa hukum yang ditunjuknya sedang mempersiapkan berkas untuk melapor secara resmi pada polisi.

Saat melakukan konfrensi pers, Senin (20/3/2017) di ruang rapat Rektor Unima, Runtuwene mengatakan saat ini dia merasa perlu menyikapi tudingan dia menggunakan ijazah doktor palsu. Menurutnya tindakan beberapa oknum tersebut telah melewati batas norma yang berlaku. Dia merasa tudingan tersebut telah menyerangnya secara pribadi.

"Selama enam bulan terakhir saya hanya diam karena membuka diri bagi oknum-oknum ini untuk berdialog langsung. Namun kenyataannya niat baik ini tidak ditanggapi, malahan fitnah terus dilakukan melalui media sosial dan media massa. Saya terpaksa mengambil keputusan untuk memproses masalah ini melalui jalur hukum. Memang terasa berat karena oknum-oknum ini saya kenal dan saya anggap sebagai teman," ujarnya.

Runtuwene yang adalah isteri Walikota Manado, Vicky Lumentut ini mengatakan seorang ibu pasti mengetahui kasih sayang untuk merangkul dan membina anak-anaknya. Bahkan Runtuwene mengaku mendoakan satu persatu oknum-oknum yang adalah orang internal Unima.

"Kita ini negara hukum. Tidak boleh ada hak-hak keperdataan seseorang diinjak-injak. Kami segera melaporkan masalah ini pada aparat penegak hukum," tuturnya.

Runtuwene selanjutnya memperkenalkan tiga orang penasehat hukum yang ditunjuk untuk memproses perkara tersebut.

"Saya menyerahkan proses pelaporan masalah ini pada tim penasehat hukum. Saya hanya ingin fokus untuk bekerja dan terus membenahi Unima agar lebih berkembang dan berkualitas," ujarnya.

Ketua tim penasehat hukum, Frangk Tyson Kahiking dari Firma Hukum Frank Tyson dan Rekan-rekan mengatakan pihaknya telah mempelajari beberapa dokumen yang terkait legalitas ijazah Rektor Unima ini. Mereka berkesimpulan tudingan ijazah palsu untuk gelar doktor dari Prancis adalah kebohongan. Penyebaran berita bohong ini melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hal ini adalah bentuk pelanggaran pidana.

"Kami punya data yang akurat yang menunjukkan ijazah Ibu Paula sah dan diakui. Dalam waktu dekat kami akan melaporkan masalah ini pada aparat penegak hukum," ujarnya.

Tim penasehat hukum masih enggan menyebut nama-nama yang akan dilaporkan tersebut.

Isu dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Rektor Unima, Paulina Runtuwene mencuat setelah beberapa oknum mempublikasikan di media sosial beberapa temuan terkait egalitas ijazah doktor dari Prancis. Mereka menuding Runtuwene tidak pernah mengikuti proses perkuliahan tersebut. (lucky kawengian)



Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Tahuna, ME Program Me’Daseng rutin dilaksanakan setiap bulan oleh Bupati Kepulauan Sangihe ...

Life Style

Sponsors