Pakar Politik bekali Komunitas Peduli Pemilu KPU Minahasa


Tondano, ME

Usai menggelar peresmian Rumah Pintar Pemilu (RPP), Jumat (24/2/2017), bertempat di Ruang Pertemuan “Minaesa” Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa, digelar kegiatan Fasilitasi Pendidikan Pemilih untuk Komunitas Peduli Pemilu (KPP).

KPU Minahasa telah membentuk KPP yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. KPP yang hadir terdiri dari dua kelompok yang telah dibentuk KPU Minahasa yaitu KPP Sahabat Pemilu Minahasa dan Komunitas Pemilih Pemula.

Tampil sebagai narasumber, Ferry Daud Liando, Koordinator Program Tata Kelola Pemilu Pasca Sarjana Unsrat Manado dan Meidy Yafeth Tinangon, Ketua KPU Kabupaten Minahasa.

Sewaktu menyampaikan materi tentang peran dan kode etik agen sosialisasi, Liando mengurai tentang esensi partisipasi pemilih yang dapat dipahami dalam tiga aspek yaitu partisipasi pemilih dalam mengawal tahapan pemilu dan pilkada, partisipasi pemilih dalam hal pemberian suara dan partisipasi pemilih dalam hal melahirkan pemimpin berkualitas.

“Kualitas pemilihan bukan hanya ditentukan pada hasil yang dicapai namun proses dan prosedurnya harus berkualitas juga. Prosedur pemilihan yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara akan tetapi menjadi tanggung-jawab para pemilih. Sebagai contoh, pasca Pilkada masalah yang sering terjadi adalah tidak akuratnya data dan jumlah pemilih. Masalah ini sering terjadi karena tidak ada kepedulian masyarakat yang tidak mendaftarkan namanya atau mengecek keterdaftaran mereka dalam DPT,” ungkap Liando. 

Terkait partisipasi dalam pemberian suara Liando mengungkapkan bahwa hal tersebut penting karena terkait dengan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. 

“Rendahnya partisipasi dalam Pilkada lebih disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat terkait hak dan kewajiban politiknya sehingga dia tidak peduli untuk berpartisipasi,” ungkap Liando yang merupakan peneliti partisipasi pemilih Pemilu 2014 di KPU Kabupaten Minahasa.

Lebih lanjut Liando menguraikan bahwa partisipasi punya korelasi dengan terpilihnya pemimpin berkualitas. Partisipasi dimaksudkan juga mendorong masyarakat agar tahu bagaimana menjadi pemilih yang baik. Mencegah diri sendiri dan orang lain untuk tidak menerima hadiah dari calon kepala daerah ataupun para tim sukses adalah bentuk partisipasi politik yang sangat baik. Sebab pemimpin yang baik selalu berasal dari pemilih yang baik. Semakin baik prilaku pemilih maka akan semakin baik pemimpin yang terpilih kelak. 

Kriteria Komunitas Peduli Pemilu 

Dalam kesempatan tersebut, Liando menguraikan juga tiga kriteria yang harus menjadi bekal bagi komunitas peduli pemilu. 

“Kriteria pertama, sebagai agen sosialisasi perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang pemilu. Pengetahuan itu menyangkut apa saja yang menjadi tujuan pemilu atau pilkada, bagaimana menjaga agar proses dan hasil Pilkada itu berkualitas,” ungkapnya.

Kriteria kedua menurut Liando adalah membekali diri dengan moralitas dan etika. Artinya anggota komunitas harus menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat. 

“Kriteria ketiga adalah mengikrarkan diri sebagai kelompok yang independen atau netral. Artinya tidak berpihak pada kekuatan politik tertentu. Tidak ada satu pekerjaan dan tanggungjawab yang tidak mengandung resiko. Yang menjadi resiko bagi komunitas peduli pemilu adalah tidak boleh berpihak pada kepentingan politik,” jelas Liando.

Peserta sangat antusias mengikuti materi dan session diskusi sehingga moderator, Dicky Paseki, Komisioner KPU Minahasa kewalahan memberi kesempatan pada peserta untuk mengajukan pendapat. Anggota KPP rata-rata adalah wartawan dan mantan PPK. (lucky kawengian)



Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors