HKL Kecam Tindakan Radikalisme


Manado, ME

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Indonesia (Perindo), Hedrik Kawilarang Luntungan (HKL) menyatakan keprihatinan atas kondisi radiklisme yang dilakukan kelompok tertentu. Dirinya semakin miris melihat isu yang dibawa berkaitan dengan agama dan ras.

Saat diwawancarai manadoexpress.co, Selasa (20/12/2016), HKL menyebut Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila adalah harga mati dan jati diri bangsa ini. Menurutnya sikap diskriminatif yang ditunjukkan telah melukai bangsa.

“Bhineka Tungal Ika dan Pancasila adalah perdebatan yang telah selesai dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada Agustus 1945. Seperti yang dikatakan Bung Karno, Apa yang telah disepakati secara politik, tidak boleh lagi diperdebatkan secara esetetik”, ujarnya.

Masih mengutip pernyataan Bung Karno, HKL mengatakaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini bukan milik satu golongan, bukan milik satu golongan agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin Pusat Bidang Perencanaan Industri Strategis Migas, warga Sulut patut berbangga karena ikut andil dalam perumusan hasil sidang BPUPKI. AA Maramis menjadi perwakilan Sulut bersama lima orang lain dari perwakilan Cina, dan selebihnya perwakilan etnis diseluruh Nusntara.

“Ironisnya tidak ada etnis Arab dalam perumusan keputusan yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam sidang BPUPKI. Kami secara tegas menolak tindakan radikalisme atasnama golongan yang mengarah pada disintegrasi bangsa,” tuturnya. (lucky kawengian)


Komentar

Populer Hari ini



Terbaru di Manado EXpression

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors