Perkara Tanah, Eks Legislator Minut Dipolisikan


Manado,ME

Nama Eks Legislator Minahasa Utara FT alias Etha kembali masuk laporan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut). Etha dilaporkan atas kasus penipuan dan penggelapan pembelian tanah berbandrol 1,4 Milyar yang berlokasi di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara.

Bahkan informasi yang diterima media ini, mantan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Minahasa Utara dari partai Demokrat ini, telah ditetapkan tersangka oleh Polda Sulut melalui Direskrimum Polda Sulut. Etha dilaporkan oleh pelapor Henry Tirayoh (54) Warga Winangun satu kecamatan Malalayang pada tanggal 22 Januari 2015 lewat sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) dengan nomor laporan STTLP/72.a/1/2016/SPKT.

Isi laporan menjelaskan, pelapor dan Etha telah melakukan pembayaran tanah dan bangunan secara lunas dihadapan notaris pada bulan Oktober tahun 2015. Namun hingga saat ini Etha belum membereskan diri untuk keluar dari rumah itu.

"Dia janji sama saya, akan keluar dari bulan Oktober tahun 2015, tapi tidak keluar saya berikan kesempatan sampai Desember 2015 tidak juga keluar. Bahkan pada Januari 2016 Etha tak mau kosongkan rumah. Hingga saya putuskan lapor dia di Kantor Polisi," ungkap Pelapor.

Pelapor menjelaskan, pihak kepolisian telah menetapkan tersangka pada Etha. "Yang sampaikan kepada saya adalah penyidik bagian Jatanras Polda Sulut. Bahkan penyidik telah memberikan surat pemanggilan tersangka kepada saya, untuk saya bawa ke Hukum Tua Desa Treman," jelasnya.

Sayangnya hingga saat ini, Polda Sulut belum memeriksa lebih lanjut pada Etha. Sebab Etha kian menunjukan batang hidungnya di Sulawesi Utara. 
Atas hal itu Polda Sulut rencananya akan memanggil paksa kepada Etha.

Etha sendiri saat dihubungi lewat Via Telephone di Nomor 08138181xxxx pada Minggu (02/10) pukul 16.00 WITA tidak menjawab teleponnya. Selang lima menit kemudian ketika dihubungi kembali no handphonenya sudah tidak aktif.

Sementara itu Penyidik Reskrim Jatanras Polda Sulut yang menangani kasus ini, ketika dikonfirmasi sedikit mengelak untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait masalah ini. "Nanti tanya langsung saja sama Kanit Jatanras. Kalau saya tidak bisa memberikan statement," tuturnya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Marjuki ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, belum mengetahui lanjut dengan masalah ini. Hanya saja bukti laporan kepolisian yang dibawah wartawan media ini langsung di foto untuk ditindaklanjuti. "Laporan ini saya sudah foto, nanti saya informasikan jika sudah ada informasinya," jelasnya.

Marjuki menegaskan, laporan ini akan terus berproses. "Pastinya semua laporan masyarakat akan kami proses. Kami karena ada untuk melayani masyarakat"  Tegasnya.(*)


Komentar

Populer Hari ini



Terbaru di Manado EXpression

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors