Perkara Korupsi Dana Reboisasi Sangihe

Para Terdakwa Akan Saling Bersaksi


Manado, ME

Pekan ini, Pengadilan Negeri (PN) Manado melalui Majelis Hakim yang diketuai Halidjah Waliy akan gelar sidang lanjutan perkara korupsi dana Reboisasi Gunung Awu Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang melibatkan para terdakwa, Yusran Efendi Terah (36), Nolvi Sangel (39), Gusti Bratayuda (49), dan Lukman Al-Bugis.

Berdasarkan keterangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) A Dian Leo Putra SH bersama M Ihsan Pasamula SH, agenda sidang pekan ini ialah pemeriksaan saksi mahkota, yakni masing-masing terdakwa akan menjadi saksi bagi terdakwa lainnya.

 “Sidang selanjutnya (pekan ini) agenda saksi mahkota. Jadi masing-masing terdakwa akan saling memberi kesaksian” ujar Jaksa Leo Putra saat ditemui seusai sidang pada pekan lalu. Sekedar informasi, diuraikan dalam dakwaan JPU.

Para terdakwa yang terdaftar sebagai PNS ini diseret ke pengadilan karena turut terlibat dalam pengerjaan pembuatan tanaman rebisasi 400 Ha yang seharusnya pengerjaan tersebut dikerjakan oleh Riany Tandris alias Ci Kori (terpidana) selaku kontraktor dalam proyek tersebut. Pasalnya Ci Kori selaku kontraktor dalam pengerjaan tersebut, atas permintaan terdakwa Yusran Efendi dan Lukman Albugis malah memberikan pekerjaan tersebut kepada mereka berdua dibantu oleh terdakwa Efendi Terah dan Nolvi Sangel.

Ditambah lagi dalam pengerjaan, terungkap bahwa pekerjaan tidak sesuai dengan spesifik dan gambar sebagaimana yang tertuang dalam Surat Perjanjian Kerjasam / kontrak Nomor : 01/SPK/GN-RHL/XII/2007 tanggal 28 Desember 2007. Pasalnya, dari kesembilan point pekerjaan yang harusnya dikerjakan sesuai kontrak, ditemukan sejumlah kejanggalan, padahal pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp. 2.509.880.000 untuk reboisasi. Kejanggalanya, pada point Pekerjaan Pembuatan Lubang Tanam, yang seharusnya ukuran 30 x 30 dengan kedalaman 30 hingga 40 cm, saat pengerjaan hanya berukuran sekitar 8 hingga 10 cm. Pada point Organisasi Pelaksana Lapangan, terungkap bahwa organisasi pelaksana yang dimaksud tidak dibentuk.

Pada point Teknik/Cara Penanaman juga ditemukan tidak sesuai kontrak. Point lainya, Pekerjaan Pegangkutan Bibit dan Persemaian, Pekerjaan Pemupukan, Pekerjaan Penyiangan dan Pendangiran, Pekerjaan Pengendalian Hama dan Penyakit, Pekerjaan Perlindungan dan Pengamanan, dan point yang terakhir Sarana dan Prasarana semuanya bertentangan dengan isi Dokumen Kontrak. Hasilnya, perbuatan para terdakwa mengakibatkan negara/daerah alami kerugian sebesar Rp. 923.357.641 sebagaimana laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara Nomor SR-591/PW18/5/2013 tanggal 31 Desember 2013. Alhasil, para terdakwa pundjerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. (Rhendi Umar)



Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Tahuna, ME Program Me’Daseng rutin dilaksanakan setiap bulan oleh Bupati Kepulauan Sangihe ...

Life Style

Sponsors