Diancam Parang, Sejumlah Gadis Pendaki Soputan Diperkosa


Tompaso, ME
Bermaksud menaklukan Gunung Soputan, 3 gadis dari Bitung yang masih remaja malah ketiban sial pada Sabtu (25/6) pekan lalu. Pasalnya, sebelum mencapai puncak mereka sudah dihadang oleh orang yang tidak dikenal. Apesnya lagi, satu di antaranya berhasil diperkosa. Anehnya lagi dari 3 anak remaja ini, hanya satu yang dipaksa untuk melayani aksi bejat pelaku.

 

Kasus pemerkosaan ini diduga dilakukan MLR (42), warga Desa Pinabetengan Utara Kecamatan Tompaso Barat. Saat itu dia melihat ke 3 anak remaja itu saat menaiki Gunung Soputan. Peristiwa itu terjadi setelah mereka sudah berada di pos penjagaan dan hendak melanjutkan perjalannya ke atas. Belum lama perjalanan memasuki hutan. Saat itu juga digunakan oleh tersangka dengan menghadang mereka menggunakan parang.

 

Melihat parang, sontak saja 3 pendaki ini memohon ampunan karena mereka sadar tak bisa berbuat banyak dan yang menghadang lelaki yang membawa parang. Saat itu juga pelaku memerintahkan dan mengancam 3 korban tersebut. SM (15), remaja SMA yang tinggal di Kelurahan Bungalow Kadoodan Bitung Barat ini, sesuai perintah tersangka korban langsung membuka pakaiannya, kemudian tubuh gadis belia ini ditiduri di tanah.

 

Tak puas dengan satu anak remaja, pelaku kemudian pindah ke anak yang lain. Namun ia hanya memegangi buah dada dan alat vital korban.

 

Usai diperkosa, 3 anak remaja ini langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tompaso. Menerima laporan tersebut, Kapolsek Aiptu Tomy Oroh langsung bentuk tim guna mencari pelaku.Tak berselang lama, pelaku pemerkosa diciduk. Beberapa saat di Polsek Tompaso, pelaku langsung  dikirim ke Mapolres Minahasa untuk penyidikan lebih lanjut, guna mempertangung jawabkan perbuatannya.

 

Menurut pengakuan tersangka MLR, dirinya menyesali perbuatan bejatnya."Saya melakukan itu sudah tidak tahu apa-apa dan apapun hukumannya akan saya terima,” kata MLR.

 

Berdasar pengakuannya juga, pada beberapa bulan yang lalu sempat melakukan aksi serupa dengan penghadangan terhadap para pendaki wanita namun beruntung rekan-rekannya tiba di lokasi sehingga niat bejatnya urung.

 

Sementara, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK, membenarkan kasus pemerkosaan tersebut. ”Tersangka akan mendapatkan tindak pidana pemerkosaan gadis di bawah umur. Dan bakal dijerat dengan Pasal 76 D jo Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun," pungkasnya. (kelly korengkeng)



Komentar

Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors