‘Siram Tanaman Pertanian, Petani Beli Air’

Kemarau Serang Sitaro


Ondong, ME

Tanah pertanian sejumlah wilayah di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengering. Produksi tanaman pertanian unggulan daerah ini, terancam menukik. Petani mulai kelimpungan. Air diburu warga, meski harus mengeluarkan biaya ekstra.

 

Efek kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, mulai dirasakan warga. Sesuai informasi yang diperoleh, saat ini kurang lebih lima ribuan pohon cabe dan beberapa tanaman petani terancam gagal panen. Seperti yang mendera Kelompok Tani Baru Terbit di Desa Paseng, Kecamatan Siau Barat. "Saat ini kelompok tani merasa kewalahan dalam mengatasi kekeringan akibat kemarau akhir-akhir ini," terang Abe R , Ketua Kelompok Tani.

 

Menurutnya, beberapa jenis tanaman yang ditanam kelompoknya, misalnya buah semangka, sayuran kacang panjang serta cabe, bakal tidak menghasilkan."Kalo semangka so gagal panen karena daunnya sudah mulai mengering. Cabe sekarang kurang lebih lima ribu pohon ini somo kering dan bahkan sekitar seribuan pohon so kering," urainya.

 

Tidak hanya itu, untuk melindungi tanaman yang masih bisa diselamatkan, dia terpaksa membeli air dengan harga Rp 150 ribu per tangki berukuran 1200 liter."Kita terpaksa membeli air tangki untuk menyiram tanaman yang masih tersisa," ujar Abe.

 

Petani berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sitaro dapat membantu menangani dampak musim kekeringan itu."Saya juga berharap kiranya pemerintah dapat membantu kami petani dalam mengatasi masalah air untuk tanaman kami," pintanya.

 

Pengamat pemerintahan dan kemasyarakatan Sulawesi Utara (Sulut), Rolly Toreh SH, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, bertindak cepat. Menurut dia, wabah kekeringan yang menghantam Kabupaten Sitaro dapat menbuat bisnis komoditi pertanian Nyiur Melambai, terkena imbas.”Dengan berkurangnya pasokan komoditi andalan dari Sitaro seperti cabe, memberikan peluang pengusaha cabe memainkan harga dipasaran,” jelasnya.

 

Selama ini, menurut dia, produk pertanian dari wilayah Sitaro, juga dinikmati warga Manado dan sekitarnya.”Makanya butuh bantuan Pemprov Sulut untuk mengantisipasi masalah kekeringan ini,” usulnya.

 

Pun begitu, ia meminta Gubernur Sulut untuk menurunkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, guna membantu petani di Sitaro.”Misalnya lewat pembuatan sumur dalam serta memberikan bantuan berupa mesin pompa air, sehingga tidak mengeringkan seluruh tanaman pertanian yang diupayakan petani,” kuncinya.

 

Secara nasional, untuk melawan musim kemarau di Indonesia, pemerintah pusatmeluncurkan berbagai program dalam mengentaskan permasalahan ketersediaan debit air. Salah satunya dengan mencanangkan program pembangunan seribu cekungan penampung air atau embung di berbagai daerah.

 

Program tersebut digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tahun 2016 ini, Kementerian siap memberikan bantuan untuk pendanaan pembangunan embung.(tim me)


Komentar