SUAL - WONGKAR LUNCURKAN ‘WARANEY’ DAN ‘DUNIA MALAM’

PELDIKDAS STMS IV SUKSES


Tondei, ME

Sekumpulan tou muda Minahasa yang tergabung dalam Sanggar Tumondei Minahasa Selatan (STMS) sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pendidikan Dasar (PELDIKDAS) IV di sebuah balai yang cukup mega yang berlokasi di ro’ong Tondei Dua Kec. Motoling Barat Kab. Minahasa Selatan hari Jumat dan Sabtu, 8-9 April 2016. Tim kerja terpantau bekerja dengan penuh semangat. Kegiatan yang diberi tema “Sa Ico Tou Ya Tumou” itu dibuka oleh Ukung Tua Desa Tondei Satu, Ibu Nitha Merentek.

 

“Kita merasa bangga sampe hari ini masih ada tou muda Tondei yang berjuang dalam kebudayaan Minahasa. Ini adalah usaha yang harus tetap dipertahankan dan pemerintah dalam hal ini sangat mendukung usaha dari Sanggar Tumondei ini,” ujar Ukung Tua berkaca mata ini dalam sambutannya. Hari yang cerah membuat peserta  kian asyik tatkala mendengar ungkapan dari hukum tua yang menggugah hati itu.

 

Chaves Tiwa selaku ketua panitia menambahkan, “Torang pe kerja ini memang nda gampang mar kalu torang bakuat basama-sama torang mo jadi. Sama deng tu tema ini acara ‘Sa ico Tou Ya Tumou’. Bagimana tu usaha penyadaran itu tetap musti sewaris pa torang pe anak cucu.” Di akhir pidato indahnya itu, latar belakang, maksud, dan tujuan diadakannya PELDIKDAS itu dibacakan pula.

 

“Perjuangan hari ini adalah perjuangan kesadaran. Bagaimana kesadaran itu dibentuk untuk mendapatkan nilai-nilai kanaraman, Kebudayaan, penting warisan leluhur. Untuk itulah dilakukan gerakan Tumondei ini. Membentuk kreatifitas dalam berkarya juga adalah tujuan dari organisasi. Sudah banyak buku yang terbit hasil karya anak-anak Sanggar Tumondei ini. Itu adalah bukti perjuangan. Karena perjuangan itu harus berbuat,” ungkap Riski Tambaani yang adalah Tonaas STMS. Kegiatan pembukaan PELDIKDAS ditutup dengan pembacaan puisi oleh Yanli Sengkey yang juga sebagai Tonaas Wangko (Ketua Umum) Sanggar Tumondei Minahasa Selatan.

 

Kegiatan selanjutnya adalah sesi-sesi penyampaian materi-materi. Sesi pertama diisi dengan ‘Sejarah Sanggar Tumondei Minahasa Selatan’ oleh Yanli Sengkey. Lalu ‘Apa itu Minahasa dan Posisi Kebudayaan Minahasa dalam kebudayaan dunia’ oleh Fredy Wowor, ‘Teatre’ oleh Alfrits Oroh. Di hari yang kedua, materi ‘Menulis Sejarah: Sejarah Tondei dalam Sejarah Minahasa’ oleh Bodewyn Talumewo, ‘Expedisi dan fotografi, sastra dan proses kreatif’ oleh Kalfein Wuisan dan Cinki Siwu, ‘Demokrasi Minahasa’ oleh Fredy Wowor dan Vicky Aiba, ‘Manajemen Organisasi dan Aturannya’ oleh Septian Paath dan Jufri Mogogibung, ‘Aksara Malesung’ dan ‘Public Speaking’ oleh Iswan Sual.

 

Yang menarik dari kegiatan ini adalah ketika dua buku diluncurkan oleh anggota STMS. Hari pertama, tou wo’bas Ferlandi Wongkar menerbitkan buku kumpulan cerpen keempatnya  dengan judul “Dunia Malam”. Besoknya, di hari yang kedua, peluncuran buku berjudul “Waraney” dilakukan oleh Iswan Sual. Buku kesepuluh ini adalah kumpulan puisi bahasa Tontemboan. Fredy Wowor dan Kalfein Wuisan turut memberi kata sambutan serta pengantar berkenaan dengan peluncuran buku karya sastra tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sanggar Bukit Berbunga Lewet Amurang.

 

“Peldikdas adalah wujud dari upaya untuk menjawab panggilan membangun daya hidup tou Minahasa yakni dengan berupaya menemukan jalan bagi daya cipta. Dengan terbitnya buku “Dunia Malam”dan “Waraney”, ini menjadi penanda atau jejak untuk menapaki keberadaan hidup orang Minahasa. Karena melalui karya ini, torang yang baca diperhadapkan dengan kenyataan bahwa hidup yang terbaik adalah hidup yang dijalani sebagaimana mestinya. Soal semestinya ini adalah cara memandang hidup melalui mata orang yang melihatnya.” Ujar Fredi Wowor, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Samratulangi.

 

Di akhir kegiatan, Lois Sengkey yang adalah bendahara tim kerja mengungkapkan, “Kita snang skali ini kegiatan boleh klar deng bagus karna tamang-tamang bole sama-sama bakerja deng tu peserta le tetap da bertahan. Semoga setelah ni acara, akan ada banyak penyair-penyair yang boleh bakarya.” Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan peserta. (tim me)

 


Komentar


Sponsors

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors