Ditemui Dubes Korsel, HAG Promosikan Potensi Unggulan Sulut


Manado, ME

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Utara (Sulut) dibawah nahkoda Drs Hangky Arther Gerungan (HAG), terus memberikan angin segar di dunia usaha warga kawanua. Upaya mendorong sektor perekonomian masyarakat terus dipacu. Salah satunya dengan mempromosikan beragam potensi unggulan di Bumi Nyiur Melambai untuk menarik minat para investor.


Hal ini yang tersaji, Selasa (29/3), saat Ketua KADIN Sulut, Drs Hangky Arther Gerungan, menerima kunjungan Duta Besar Republik Korea Selatan (Korsel), Mr. Taiyoung Cho di kantor Sekretariat KADIN Sulut di kawasan Boulevard. Dalam pertemuan itu, HAG begitu antusias mempresentasikan beberapa sektor yang jadi keunggulan di daerah ini.


Kedatangan dubes bersama rombongan dengan agenda kunjungan kerja ke Sulut, memang ingin mengetahui lebih jauh perkembangan ekonomi, termasuk bidang pertambangan, perikanan dan perkebunan. 


"Saya senang jalan-jalan di sini. Bukan hanya itu, saya sepakat adanya hubungan dua negara di bidang perekonomian dan politik," ucap Taiyoung Cho, disambut anggukan kepala dan senyum Ketua KADIN Sulut.


Dirinya juga sempat menyentil potensi tambang emas yang dimiliki daerah Sulut. "Saya dengar Sulut termasuk penghasil tambang emas terbesar selain daerah lain. Untuk itu, menunjang pengembangan perekonomian di Sulut, sektor infrastruktur akan jadi perhatian khusus,” sebutnya.


Taiyoung Cho juga mengajak HAG berkunjung ke Jakarta, untuk menindaklanjuti rencana kerjasama diantara dua negara khususnya di Sulut. "Sekali waktu bapak datang ke Jakarta dan kita bicarakan hal ini," ujarnya lagi.


Menanggapi ajakan tersebut, HAG yang didampingi pengurus KADIN diantaranya Wakil Ketua Bidang Logistik Susi Sigar, Wakil Ketua Bidang  BUMN Danny Pesik, Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UKM Ivandry Matu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri Ronald Lumempouw, Direktur Eksekutif Steven Voges¸ Wakil Ketua Bidang Infrastruktur Jeffrey De Larue dan Komite Tetap Bidang OKK Oktavianus Kerap, menyambut antusias maksud Dubes tersebut.


"Terima kasih atas undangannya. Semoga bisa terjalin kerjasama yang baik. Sebelumnya kami juga pernah bekerja sama dengan investor asal Korsel dua tahun yang lalu, dan mereka sangat tertarik tentang pariwisata," sebut HAG memberi informasi.


Pada pertemuan ini, proses penangkapan ikan dan pengelolaannya juga jadi topik pembicaraan yang serius. HAG mengaku, Sulut memang masih sangat membutuhkan keterlibatan investor asing. "Sulut daerah yang memiliki potensi besar soal perikanan, dan itu sangat diminati perusahaan Korea. Untuk itu, kami mengundang kembali pengusaha Korea untuk masuk lagi di Sulut," jelasnya sambil menyebut selain Korsel, Philipina dan Thailand pun telah ditawarkan kerjasama serupa.


Di akhir pertemuan, selain silahturahmi dan sesi perkenalan keunggulan produk lokal daerah, dilakukan juga pertukaran cendramata. "Terima kasih atas cendramata ini," ungkap HAG yang dibalas pernyataan sama oleh Dubes Korsel.


Yang menarik pada pertemuan tersebut, Taiyoung Cho ternyata bisa menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonesia yaitu Indonesia Raya tanpa teks. "Saya bisa menyanyikan lagu berbahasa Indonesia tanpa teks, khususnya Indonesia Raya," kunci Dubes dengan senyum. (emon)


Komentar

Populer Hari ini



Terbaru di Manado EXpression

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors