Komisi IV DPR-RI Kunjungi Minahasa

Terkait RUU Minuman Beralkohol


Tondano, ME

Sebagai tindak lanjut pembahasan rancangan undang-undang (RUU) larangan minuman beralkohol (Minol), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Minahasa. Para wakil rakyat ini diterima langsung Wakil Bupati Minahasa Ivan SJ Sarundajang, didamping Sekretaris Daerah Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, di ruang sidang Kantor Bupati, Tondano.

Meski masih dalam pembahasan, oleh sebagian warga Minahasa khususnya petani minuman tradisional Cap Tikus (CT), RUU Minol ini dinilai bakal mengancam mata pencaharian petani CT di Sulut, khususnya di Minahasa.


Anggota DPRD Minahasa, Denny Kalangi yang turut hadir kala itu menyebutkan, hasil pohon aren yang diproduksi menjadi CT telah sangat membantu petani aren dalam mencukupi kebutuhan keluarga bahkan menyekolahkan anak hingga mendapat gelar sarjana. Sehingga menurutnya, harus ada solusi tepat agar petani arena ini tetap menghasilkan dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak.


"Saya dibesarkan dari keluarga petani CT. Bagaiman jadinya bila petani ini kemudian dilarang membuat CT lagi, dari mana mereka akan hidup? Untuk itu perlu ada solusi yang sama-sama menguntungkan, khususnya bagi petani CT," ungkap Kalangi.


Untuk itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Ir Herman Khaeron MSi mengatakan, pihaknya didatangkan khusus untuk melihat langsung yang menjadi permasalahan di Minahasa.


"Kehadiran kami untuk melakukan kajian dan memberikan penjelasan bahwa kelangsungan petani CT di Minahasa tak akan dimatikan dengan adanya UU Minol nantinya," ujar Khaeron didampingi Kepala Badan Litbang Kementrian Pertanian RI Dr Mohammad Syakir dan Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kelautan RI Dr Hendri Bastaman yang datang bersama rombongan Komisi IV lainnya.

 

"Kami bukan ingin mematikan petani, tapi menekan produksi dan mengarahkan ke produk lain. Banyak produk-produk berkualitas dari pohon aren, misalnya gula aren, gula semut, serta bahan produksi alkohol teknis lainnya," katanya sembari mengapresiasi Pemkab Minahasa karena dengan gigih memperjuangkan nasib petani aren yang akan kehilangan penghasilan jika CT dilarang.

"Kita akan bekerjasama dengan Pemkab agar mendapatkan solusi terkait produk hasil dari pohon aren ini. Saat ini gula aren dan gula semut dari pohon aren sangat bernilai. Jika saja produksi aren sudah menjadi produk seperti itu, tanpa CT pun petani aren akan sejahtera," imbuhnya.


Sementara Wabup Ivansa yang juga bertindak sebagai moderator kala itu menuturkan, hal ini memang menjadi salah satu masalah yang dialami petani aren.


Namun menurutnya, hasil dari pohon aren ini memiliki banyak manfaat dan potensi mendatangkan keuntungan yang cukup besar bila diberdayakan.


"Petani berpikir RUU Minol ini akan mematikan pekerjaan mereka. Padahal sebaliknya, bila produk hasil olahan aren diubah ke berbagai produk lain yang tak kalah saing, justru akan menambah kesejahteraan meskipun tak lagi memproduksi CT," jelasnya sembari beterima kasih atas perhatian DPR-RI yang bisa berkunjung ke Minahasa terkait membahas kelangsungan petani aren di Minahasa.

"Semoga apa yang kami peroleh dapat dimanfaatkan. Dan dinas yang terkait akan menindaklanjuti kunjungan ini. Kita semua akan berupaya agar aturan Minol tak akan membunuh mata pencarian petani aren di Minahasa," ungkapnya.

Kunjungan Komisi IV DPR-RI ini sendiri juga disambut seluruh pejabat di jajaran Pemkab Minahasa, termasuk para Camat dan sejumlah anggota DPRD Minahasa.(kelly korengkeng)


Komentar

Populer Hari ini






Terbaru di Manado EXpression

Nusa Utara

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors