Dua Kisah di Peristiwa Merah Putih


Amurang, ME

Kisah perjuangan seorang tokoh untuk membebaskan diri dari segala tekanan orang di sekitarnya. Memerdekakan karya dari pakem yang distandarisasikan. Perjalanan yang penuh cibiran, ocehan, caci maki dan stigma pemberontak tersebut malahan dianggapnya sebagai motifasi untuk memacu semangat bekerja mandiri.

Di belahan bumi berbeda terjadi perjuangan besar-besaran melawan rupa-rupa tantangan kejahatan dan kemunafikan dalam cengkraman kekuasaan. Menghalau kekejian dengan bekal senjata kasih sayang dengan amunisi berbau kemeseraan. Akhirnya semua rintangan dapat teratasi dalam kisah cinta yang membebaskan.

Penggagas kegiatan, Alfrits Ken Oroh saat dihubungi Manado Express, Sabtu (13/2) mengungkapkan, penggalan 2 cerita di atas merupakan kisah dalam drama teatrikal ‘Satu Sisi Dalam Aksi’ dan film dokumenter ‘Cinta Yang Memerdekakan’.

“Dua karya seni ini akan dipentaskan dalam rangka Hari Pemuda Remaja Keraptan Gereja Protestan Minahasa dan peringatan Peristiwa Merah Putih, Minggu (14/2). Sedangkan tempatnya di Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan,” ungkap Oroh yang juga Seniman Muda Sulawesi Utara. (hendra mokorowu)


Komentar


Sponsors

Life Style

            Mengusung tema integritas yang mumpuni, Tim Dream ...

Sponsors