DPD Yakin Pengambilalihan Freeport Tidak Picu Konflik Politik


Jakarta, ME

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulawesi Utara, Benny Rhamdani mengakui adanya kekhawatiran jika tambang emas yang dikelola PT Freeport diambil alih, akan memunculkan konflik politik di Indonesia.

Namun menurutnya, teror ini hanya upaya intimidasi dari korporasi asing untuk membuat mental Indonesia jatuh. "Segala bentuk teror yang dikembangkan seolah-olah jika kita mengambil alih sumber-sumber ekonomi yang dikelola korporasi asing termasuk tambang emas di papua oleh Freeport, Gas Alam di Aceh oleh Exxon, seolah-olah dapat memicu dampak politik di negara kita yang akan dilakukan oleh negara yang menguasai termasuk Amerika dan sekutunya, saya yakin tidak ada," ulas Benny di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Menurutnya itu hanya upaya utuk menjatuhkan mental Indonesia yang menganggap diri kecil dibanding negara-negara besar di belakang korporasi-korporasi perampok kekayaan alam Indonesia.

"Itu hanya teror, hanya intimidasi agar negara kita bermental inlander. Negara yang menyerahkan dirinya atas keaadaran untuk menjadi antek dari negara yang mengklaim dirinya sebagai negara adikuasa," ketus Benny.(happy karundeng)


Komentar


Sponsors

Sponsors